Pengalaman Live In

Saat aku Live In di Yogyakarta, aku tak membayangkan bahwa keadaannya lebih baik dari dari perkiraanku. Aku fikir rumah yang akan kutempati seperti gubuk dan tidak ada listrik sama sekali. Ternyata tidak, penduduk di sana rata-rata rumahnya terbuat dari bata dan daerah mereka sudah mendapat fasilitas listrik.

Live In kali ini di laksanakan di daerah pegunungan yang jalannya curam. Selain hawanya yang dingin membuat ku merinding, jalannya yang menantang, dan panorama alam yang sangat indah. Membuat ku sangat rileks, untuk membuang semua rasa stress.

Aku tinggal di rumah Bapak. Trisnopawiro dan Ibu Tukiem. Mereka sangat ramah dan menganggapku seperti anak sendiri. Aku merasa nyaman tinggal di rumah mereka, karena mereka menerima kami dengan tangan terbuka, aku menganggap mereka seperti orang tua ku sendiri. Mereka hanya tinggal berdua saja di rumah,karena anak-anak mereka bekerja ke luar daerah, aku jadi kasihan kepada mereka karena mereka sudah tua dan harus hidup sendiri tanpa anak mereka. Mereka bekerja di sawah, tapi karena musim kemarau mereka tidak ke sawah, karena sawah mereka kering jadi mereka tidak dapat menanam padi, karena di sawah mereka belum ada irigasi. Jadi pekerjaan mereka selama musim kemarau hanya mencari rumput untuk makan kambing.

Orang-orang di sekitar kami juga ramah-ramah, mereka juga baik dan sopan kepada kami.Di rumah induk semang aku tinggal bersama dengan temanku Jevrin. Di rumah itu kami melakukan aktivitas bersama. Namu pengalaman yang paling menyenangkan ketika kami dengan bu Tukiem mencari rumpu di ladang.

Pada waktu itu kami pergi ke ladang dng bu Tukiem dan anjingnya, untuk berjaga-jaga. Letak ladangnya tidak jauh dari rumah pak RT. Jalannya sangat sulit dan menurun, jadi kami harus berhati-hati. Kemudian setelah sampa, kami diperkenalkan dengan tanaman yang biasa kita konsumsi, seperti cabe, vanila, laos, kopi, cokelat, melinjo, alpukat,aren, dll. Dan kami diperkenalkan dengan tanaman asing, seperti kapulogo, mahkota dewa, mahoni(buahnya dapat dijadikan obat malaria). Kami mencicipi berbagai tanaman tersebut, rasanya benar-benar aneh berbeda dengan yang sudah diolah. Kemudian kami juga mengambil gambar tanaman tersebut, setelah itu kami melanjutkan mencari rumput. Saat kami ingin melihat tanaman melinjo yang tinggi, hebatnya bu Tukiem naik pohon dengan lincah untuk mengambil buah melinjo. Kami merasa terkagum dengan keberaniannya sebagai seorang wanita dan berterima kasih karena kami dapat melihat buah yang diinginkan. Yang di sayangkan kami tidak dapat melihat buah alpukat.

Setelah cukup mencari rumput, kami pun pulang. Setelah sampai di rumah kami melihat pohon coklat, lalu kami memetiknya dan mencobanya, rasanya enak juga.

Kami lalu pergi ke kandang kambing unt uk memberi makan. Kambingnya memakan banyak tanaman yang baru kami cari dari ladang, dengan lahap. Seru sekali rasanya memberi makan kambing, walaupun mereka bau (tapi aneh laku ya).

Pengalaman lain yang menyenangkan ialah, pada saat kami mencuci pakaian. Kami harus menimba air di sumur yang dalamnya lima belas meter, wow!! dalam sekali kan. Kami menimba secara bergantian, saking asiknya kami pun saling berebut untuk menimba air.

Pada saat malam pun kami memiliki pengalaman yang seru. Kami tidur di ranjang yang terasa basah, padahal tidak. Karena udara dinginlah yang membuat kasur terasa basah, jadi kami harus tidur dengan selimut yang berlapis-lapis.

Itulah beberapa pengalaman yang sangat mengesankan dan menyenangkan selama saya Live In di Yogyakarta. Walaupun beberapa hal menyulitkan kami ya beginilah hidup di pedesaan yang letaknya di pegunungan. Namun itu semua tidak membuat saya sedih, namun sebaliknya merupakan pengalaman yang paling terindah dalam hidup saya, yang belum permah saya rasakan. Saya juga sangat berterima kasih kepada kedua keluarga bapak trisnnopawiro, walaupun saya tidak dapat membalas kebaikan mereka biar Tuhan yang membalas. Demikianlah pengalaman yang dapat saya ceritakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: